Jumat, 10 April 2020

Menganalisis Perencanaan Produksi massal


A.   Uraian Materi
1.    Produksi Massal
Produksi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kegiatan menambah dayaguna sebuah benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa, sedangkan kegiatan menambah dayaguna sebuah benda dengan mengubah sifat dan bentuknya disebut produksi barang. 
Produksi  massal  adalah  nama  yang  diberikan  kepada  sebuah  metode memproduksi barang dalam jumlah besar dengan biaya yang rendah per unitnya. Walau harganya  yang murah tidak berarti dengan kualitas rendah. Sebaliknya diproduksinya barang dalam jumlah yang besar telah distandarisasi oleh interchangeable parts atau peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksi barang yang sama.
Menurut Amstrong dan kotler (2009), Mass Production atau produksi massal adalah kemampuan untuk menyediakan produk dalam skala masal yang didesain secara individual dan dikomunikasikan untuk dipertemukan dengan kebutuhan setiap pelanggan.
Produksi masal biasanya terdiri atas :
1.    Bangunan pabrik
 2.   Peralatan (equipment)
 3.   Perkakas (tools)

A.   Ciri-ciri utama produksi masal :
1.    Adanya standard yang jelas dalam proses produksi
2.    Memiliki mesin yang bisa memproduksi secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak
3.    Semua alur produksi bisa berjalan seimbang
4.    Waktu produksi reatif singkat
5.    Dalam penggunaan bahan baku sudah berjalan secara otomatis
6.    Kemudahan dalam, kontrol produksi

B.   Keuntungan dan kekurangan produksi masal
A.   Keuntungan :
1.    Akurasi dan otomatisasi tinggi
2.    Kurang biaya tenaga kerja
3.    Tingkat produksi cepat
4.    Biaya per unit murah
B.   Kekurangan :
1.    Sumber daya yang terbuang (jika ada kesalahan pada mesin atau kesalahan desain produk)
2.    Tidak ada jaminan (tidak ada jaminan produk akan seluruhnya terjual)
3.    Ada biaya bahan baku tambahan untuk merancang desain produk
4.    Kurang beragam
5.    Memerlukan banyak investasi untuk membeli mesin

C.   Penerapan Produksi Massal
Perusahaan yang ingin bertahan di era kompetisi yang sengit harus mempunyai produk berkualitas dengan harga yang bersaing hal ini disebut ecomomic scale atau skala ekonomi, semakin baik perusahaan menciptakan produk dengan skala ekonomis, semakin kuat bersaing di pasaran. Untuk mendapat harga yang baik perusahaan biasanya menekan biaya produksi dengan cara :
1.    Mengurangi biaya bahan baku dengan membeli bahan baku dengan jumlah besar untuk mendapatkan potongan harga
2.    Membeli mesin-mesin yang lebih canggih dengan tingkat efisiensi tinggi
3.    Menambah kapasitas produksi

D. Dalam proses mengelola kegiatan produksi
Dalam proses mengelola kegiatan produksi terdapat ciri-ciri tertentu. Berikut ini 
adalah beberapa karakteristiknya berdasarkan proses, sifat, dan jangka waktunya
1. Berdasarkan Proses
Produksi langsung, kegiatan ini mencakup produksi primer dan produksi sekunder. 
Produksi primer, yaitu kegiatan produksi yang diambil dari alam secara langsung. 
Misalnya, pertanian, pertambangan, perikanan, dan lain-lain.  Produksi sekunder, 
yaitu proses produksi dengan menambahkan nilai lebih pada suatu barang yang 
ada. Misalnya kayu untuk membuat rumah, baja untuk membuat jembatan, dan 
lain-lain. Produksi tidak langsung, yaitu kegiatan produksi dengan memberikan 
hasil dari keahlian atau jasa. Misalnya, jasa montir, jasa kesehatan, jasakonsultasi, 
dan lain-lain.
2. Berdasarkan Sifat Proses Produksi
Proses ekstraktif, yaitu kegiatan produksi dengan mengambil produk secara 
langsung dari alam. Proses analitik, yaitu kegiatan produksi yang melakukan 
pemisahan suatu produk menjadi lebih banyak dengan bentuk yang mirip seperti 
aslinya. Proses fabrikasi, yaitu kegiatan mengubah suatu bahan baku menjadi 
suatu produk yang baru. Proses sintetik, yaitu kegiatan menggabungkan beberapa 
bahan menjadi suatu bentuk produk. Proses ini disebut juga dengan perakitan.
3. Berdasarkan Jangka Waktu Produksi
Produksi terus menerus, yaitu produksi yang memakai berbagai fasilitas untuk 
menciptakan produk secara terus menerus. Proses ini umumnya dalam skala 
besar dan tidak terpengaruh waktu dan musim. Produksi terputus-putus, yaitu 
produksi yang kegiatannya berjalan dilakukan tidak setiap saat, tergantung musim, 
pesanan, dan faktor lainnya.

E. Proses persiapan alur atau skema/bagan dalam produksi masal
Proses persiapan alur dalam proses produksi terdiri atas kegiatan:
1.  Penjadwalan waktu
Berapa lama waktu yang dikerjakan untuk menyelesaikan produk tersebut
2.  Pemilihan peralatan
Peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam membuat produk tersebut
3.  Pengerjaan dengan perkakas
Cara, strategi dan metode pengerjaan produk tersebut seperti apa, bagaimana 
metodenya
4.  Mobilisasi personalia
Berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan bagaimana cara kerjanya
5.  Pembelian material 
Menyiapkan bahan baku dan pendukungnyaserta bahannya seperti apa, bagaimana 
kriteria bahan bakunya
6.  Pembagian pekerjaan
Pembagian kerja setiap bagian/orang dan berapalama waktu yang dibutuhkan serta 
tahapan perakitan produknya bagaimana

F. Perencanaan produksi dan pengontrolan (Production planning and controlling)
    Diantaranya : 
        a.  Routing
  Routing adalah menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi produk akhir. Di dalam menentukan urutan
      urutan, harus sudah termasuk penyusunan alat-alat yang akan dipergunakan. 
b.  Scheduling
    Scheduling adalah menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan operasi proses produksi yang disenergikan sebagai suatu kesatuan. Dari scheduling, nantinya akan dapat diketahui dan diawasi penggunaan waktu pada setiap saat pemrosesan produksi, sesuai dengan urutan-urutannya.
c.   Dispatching
   Dispatching adalah menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk mulai melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan di dalam routing dan scheduling.
d.  Follow-up
   Follow-up adalah menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan operasi proses produksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar